Petrogladiator, Solusi Cerdas Pulihkan Kesehatan Tanah

Petrogladiator ubah limbah pertanian jadi nutrisi organik cair, kembalikan kesuburan tanah bagi petani Indonesia.

Andi Mardana
Andi Mardana Terverifikasi
Managing Editor
Menyukai eksplorasi budaya, pendidikan, dan gagasan kreatif melalui tulisan serta proyek digital
Diterbitkan 10 Agustus 2026, 11:25 WIB
Petrogladiator, Solusi Cerdas Pulihkan Kesehatan Tanah
Erick Prianto - Environmental & Sustainability PT Petrokimia Gresik; Verona Amelia - Environmental & Sustainability PT Petrokimia Gresik' Cesilia - Customer Development PT Petrokimia Gresik dan Soraya Anggun - Direktorat Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik/Dok. Tuturbangsa.com

Tuturbangsa.com – Ada pemandangan yang mungkin masih akrab di banyak lahan pertanian Indonesia: kepulan asap dari jerami dan sisa panen yang dibakar begitu saja. Praktik ini sudah berlangsung turun-temurun, dianggap cara paling praktis untuk membersihkan lahan sebelum masa tanam berikutnya. Namun di balik kepraktisan itu, ada kerugian yang terus terakumulasi – kualitas tanah yang kian menurun dan potensi limbah yang sesungguhnya bisa diubah menjadi sumber daya. Dari titik itulah PT Petrokimia Gresik, melalui tim Environmental and Sustainability, mulai menyusun jawaban.

Inovasi ini membawa PT Petrokimia Gresik meraih pengakuan sebagai Distinguished SDG Innovator 2026 untuk kategori Solusi Agroindustri, dengan inovasi bertajuk GladiAgro: Next-Gen Soil Revival-sebuah pendekatan pemulihan kesehatan tanah (soil health) yang berfokus pada pemanfaatan pupuk hayati dan mikroba unggul, salah satunya melalui produk Petrogladiator.

Pencapaian ini mengantarkan tim Petrokimia Gresik masuk ke dalam jajaran Best Innovator Teams-kelompok tim dengan inovasi, kepemimpinan, dan potensi dampak terbaik yang akan mewakili Indonesia dalam UN Global Compact Leaders Summit di New York pada 22-23 September 2026. Forum ini menjadi ajang bagi inovator-inovator terpilih dari berbagai negara untuk memamerkan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan, dan kehadiran Petrokimia Gresik menjadi representasi bahwa solusi berbasis tanah dan petani kecil Indonesia layak berdiri sejajar dengan inovasi global lainnya.

Ketika Tanah Kehilangan Vitaminnya

Verona Amelia dari Environmental and Sustainability PT Petrokimia Gresik menjelaskan bahwa persoalan ini bermula dari data yang mereka kumpulkan sendiri melalui pengujian tanah di berbagai wilayah Indonesia sejak 2016.

“Ketika kita melakukan tes tanah di seluruh area di Indonesia dari tahun 2016 sampai dengan sekarang, kandungan C-organiknya (karbon organik) pada tanah setiap tahun semakin menurun,” ujarnya.

Penurunan kandungan C-organik ini bukan sekadar angka teknis di atas kertas. Ia berimplikasi langsung pada ketahanan lahan terhadap perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Verona menganalogikannya dengan kebutuhan tubuh manusia akan nutrisi tambahan di luar makanan pokok.

“Jadi seperti kita memberikan tubuh kita itu vitamin, seperti probiotik. Sehingga kalau kita terkena pergantian cuaca, tubuh kita akan tetap fit. Sama halnya dengan tanah. Kalau kita nggak kasih nutrisi, cuma mengandalkan pupuk kimia saja, tanah nggak akan survive dan hasil pertanian juga tidak akan bisa naik lagi,” jelasnya.

Memanfaatkan Limbah Pertanian

Solusi yang ditawarkan Petrokimia Gresik cukup sederhana secara konsep namun berdampak signifikan dalam praktiknya: mengubah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC) melalui produk bernama Petrogladiator, alih-alih membakarnya begitu saja.

“Limbah pertanian sudah tidak lagi dibakar, tapi dimanfaatkan oleh petani menggunakan produk kami yaitu Petrogladiator untuk menjadi NOC – Nutrisi Organik Cair, yang dapat diaplikasikan ke tanah,” kata Verona.

Takaran yang digunakan pun relatif efisien. Setiap satu ton limbah pertanian cukup diolah dengan satu kilogram Petrogladiator, menghasilkan cairan yang kemudian dikembalikan ke tanah sebagai nutrisi tambahan. Prosesnya memang tidak instan.

“Proses ini berlangsung bertahap, tidak bisa langsung satu hari kemudian langsung jadi. Tetapi setidaknya ketika proses itu bertahap terus menerus, maka proses perbaikannya juga semakin bagus, penyerapan pupuknya akan lebih maksimal sehingga meningkatkan produktivitas petani,” tuturnya.

Petrogladiator, Solusi Cerdas Pulihkan Kesehatan Tanah_Tuturbangsa.com
Infografis

Memupuk dengan Tepat

Salah satu kesalahpahaman umum dalam praktik pertanian konvensional adalah anggapan bahwa tanah yang kurang subur harus diatasi dengan menambah dosis pupuk kimia. Menurut Cysilia Fransiska Costumer Development PT Petrokimia Gresik, pendekatan ini justru keliru dan berisiko memperparah kejenuhan tanah dalam jangka panjang.

“Kita tepat dosis, seperti manusia kalau minum obat kan tidak boleh terlalu banyak, harus tepat dosis. Ketika kita menggunakan pupuk tepat dosis, maka hasil pertanian juga akan optimal,” ujarnya.

Untuk mendukung ketepatan dosis ini, Petrokimia Gresik mengembangkan aplikasi bernama AgrooFertile yang berbasis kecerdasan buatan (AI), memberikan rekomendasi pemupukan berdasarkan kondisi lahan spesifik setiap petani.

“AgrooFertile akan memberikan saran untuk melakukan pemupukan dengan berbasis kondisi lahan. Jadi dengan begitu petani itu tidak hanya melakukan perubahan dalam pengolahan lahan, tetapi juga perubahan dalam pola pemupukan dan pola budidaya,” jelas Cysilia. Ia menambahkan bahwa uji tanah yang menjadi dasar rekomendasi ini disediakan secara gratis dan prosesnya berlangsung sangat singkat, hanya tiga menit untuk mengetahui pH tanah, kandungan C-organik, serta kandungan NPK di dalamnya.

Menjaga Tanah Berarti Menjaga Petani

Bagi tim Petrokimia Gresik, memperbaiki kualitas tanah tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga keberlangsungan hidup petani itu sendiri, khususnya mereka yang menggarap lahan berskala kecil dan paling rentan terhadap fluktuasi cuaca.

“Yang kita engage sekarang adalah petani-petani yang masih memiliki lahan yang kecil, sehingga mereka akan sangat bergantung terhadap perubahan cuaca. Jadi ketika cuaca berubah sedikit, penghasilannya akan lebih menurun. Ketika kita engage, kita berharap besar agar pendapatan petani, kualitas pertaniannya bisa naik dan bisa tetap sustain, agar taraf hidupnya juga bisa naik,” ungkap Cysilia.

Kekhawatiran yang lebih dalam turut mereka sampaikan bahwa kejenuhan bukan hanya bisa terjadi pada tanah, tetapi juga pada petaninya sendiri. Jika pola pertanian tidak diperbaiki, generasi penerus dikhawatirkan enggan meneruskan profesi ini-sebuah ancaman nyata bagi ketahanan pangan nasional di masa depan.

Untuk merespons kekhawatiran itu, Petrokimia Gresik turut merancang program yang menyasar generasi muda, mulai dari integrasi materi ke dalam kurikulum sekolah, penyusunan buku yang mendokumentasikan pengetahuan pertanian dari generasi terdahulu, hingga pemanfaatan aplikasi berbasis AI agar anak muda tertarik kembali ke desa untuk bertani, alih-alih mengadu nasib ke kota.

Saat ini, replikasi program sudah menjangkau 11 kabupaten di seluruh Indonesia, bermula dari demonstration plot (demplot) di Malang, dengan penetrasi terbesar di Jawa Timur dan mulai merambah Jawa Tengah. Untuk memperluas jangkauan hingga ke luar Pulau Jawa, Petrokimia Gresik turut menghadirkan platform marketplace daring bernama Petromart, tempat produk seperti Petrogladiator dapat diakses petani di berbagai wilayah tanpa terbatas jarak geografis.

Inovasi Petrokimia Gresik ini menawarkan perspektif yang layak direnungkan bersama bahwa inovasi pertanian tidak selalu berarti teknologi yang rumit atau mahal, melainkan bisa dimulai dari hal sesederhana mengubah cara memandang limbah. Sampah yang selama ini dianggap beban dan dibakar begitu saja, ternyata menyimpan potensi untuk mengembalikan kesuburan tanah yang telah lama tergerus.

Ketika langkah kecil dari lahan-lahan petani kecil di Jawa Timur ini dibawa hingga ke panggung UN Global Compact Leaders Summit di New York, ada pesan yang tersirat bahwa ketahanan pangan bangsa ini barangkali tidak hanya bergantung pada seberapa banyak pupuk yang bisa diproduksi, tetapi pada seberapa bijak kita memperlakukan tanah dan petani yang menjadi fondasinya.

Playlist Saya