Zaman

Ketika Musik Menjadi Bahasa Konservasi untuk Gen Z

Konservasi tidak selalu harus terasa berat. Kadang ia datang lewat sebuah lagu, sore yang tenang, dan rumput di bawah kakimu.

Oleh Andi MardanaManaging Editor
Zaman

Purana Home Membawa Jiwa Wastra ke Meja Makan

Dari helai kain ke permukaan porselen - Purana Home membuka babak baru kehadiran wastra nusantara di ruang paling intim kehidupan…

Oleh Andi MardanaManaging Editor
Zaman

Bayi Tabung Mengakhiri Penantian 9 Tahun

Bayi tabung bukan sekadar prosedur medis bagi Rifky dan Yulia - ia adalah satu-satunya pintu yang tersisa setelah sembilan tahun.

Oleh Andi MardanaManaging Editor
Zaman

Ketika Jamu Menemukan Jalan Pulang

Jamu bukan sekadar minuman. Ia adalah ingatan bangsa yang sedang mencari jalan pulang.

Oleh Andi MardanaManaging Editor
Zaman

Penyakit Jantung Terkalahkan Lewat 4 Langkah Antisipatif

Dokter jantung terbaik bukan hanya yang paling mahir memegang kateter - melainkan yang mampu melihat seluruh perjalanan hidup pasiennya.

Oleh Andi MardanaManaging Editor
Zaman

4 Jenis Skin Booster Transformasi Kulit Nyata dari Dalam

Tidak semua skin booster bekerja sama. Kenali perbedaan HA, PDRN, biostimulator, dan secretome - dan mana yang paling tepat untuk…

Oleh Andi MardanaManaging Editor
Zaman

Rokok, Ironi yang Tak Kunjung Selesai

74 juta orang Indonesia kini menjadi perokok aktif. Namun upaya menekan angka itu membentur tembok regulasi yang berat sebelah: produk…

Oleh Andi MardanaManaging Editor
Zaman

Layar Gawai yang Diam-Diam Mengambil Alih Ruang Kelas

Layar Gawai kini menyala lebih lama dari lampu di ruang kelas. Tujuh jam sehari mata anak-anak Indonesia tertuju padanya -…

Oleh Andi MardanaManaging Editor
Zaman

Tradisi Tutur Nusantara dan Reinkarnasi Digital

Menjelajah jejak tradisi tutur Nusantara dari wayang kulit hingga podcast modern. Temukan benang merah oralitas primer dan sekunder dalam evolusi…

Oleh Dyah WardaniEditor
Zaman

Relevansi Belajar Bahasa Asing di Era AI Generatif

Belajar bahasa asing di era AI generatif tetap relevan. Riset membuktikan multilingualisme meningkatkan resiliensi kognitif dan kesehatan otak.

Oleh Redaksi TuturbangsaJournalist
1 2 3
Playlist Saya