Nuanu Park: Ketika Alam, Seni, dan Kreativitas Bertemu dalam Satu Taman

Di tengah Bali yang semakin ramai, Nuanu Park menawarkan sesuatu yang kian langka: ruang untuk bernapas.

Andi Mardana
Andi Mardana Terverifikasi
Managing Editor
Menyukai eksplorasi budaya, pendidikan, dan gagasan kreatif melalui tulisan serta proyek digital
Nuanu Park: Ketika Alam, Seni, dan Kreativitas Bertemu dalam Satu Taman
Ilustrasi AI

Tuturbangsa.com – Alih-alih membangun tembok tinggi atau gerbang eksklusif yang hanya bisa dijangkau segelintir orang, Nuanu Creative City, kawasan kreatif di Tabanan, Bali, memilih jalan yang lebih membumi untuk memperkenalkan diri pada publik. Kehadiran sebuah taman terbuka bagi publik diharapkan menjadi ruang bersama bagi siapa saja.

Nuanu Park, demikian taman itu dinamai, berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektare dan dirancang sebagai pintu masuk utama bagi pejalan kaki menuju kawasan Nuanu Creative City. Menjelang peluncuran resminya pada musim panas 2026, taman ini telah lebih dulu memperkenalkan diri melalui media preview eksklusif sebuah kesempatan langka bagi para jurnalis untuk menjejak langsung ruang yang sedang bersiap menyambut publik.

Nuanu Park Lebih dari Sekadar Taman

Nuanu Park bukan taman biasa dalam pengertian konvensional. Tidak ada bangku-bangku tua di tepi kolam yang sunyi, tidak pula hamparan rumput yang hanya indah dipandang dari kejauhan. Taman ini dirancang sebagai ekosistem pengalaman sebuah lanskap terintegrasi yang mempertemukan lima elemen sekaligus: alam, seni, edukasi, rekreasi, dan pengalaman keluarga.

Di dalamnya, pengunjung akan menemukan amphitheatre untuk pertunjukan dan pertemuan komunitas, taman terbuka yang lapang, playground yang ramah anak, hingga Botanical Garden yang mengajak siapa pun untuk lebih dekat dengan keanekaragaman hayati. Tersedia pula Kids Academy untuk program edukasi anak, area ropes course dan zipline bagi mereka yang ingin memacu adrenalin, serta Nuanu Art Village sebagai ruang ekspresi seni yang hidup.

Sebuah jembatan penghubung menjadi benang merah yang mengaitkan satu zona ke zona lainnya mengajak pengunjung berjalan, menjelajah, dan menemukan kejutan di setiap sudut taman.

Gerbang yang Bicara Tentang Identitas

Nuanu Park: Ketika Alam, Seni, dan Kreativitas Bertemu dalam Satu Taman_Tuturbangsa.com
Istimewa

Salah satu elemen yang paling menyita perhatian dalam media preview adalah penampilan perdana gerbang utama Nuanu Park. Lebih dari sekadar pintu masuk, gerbang ini dirancang sebagai landmark budaya sebuah pernyataan artistik yang merangkum nilai-nilai Nuanu dalam bahasa visual yang kuat.

Dikembangkan bersama seniman Bali, arsitek, pematung, penasihat budaya, dan berbagai pemangku kepentingan lokal, gerbang ini mengolah prinsip arsitektur Bali dan kerajinan tradisional, lalu memadukannya dengan teknologi multimedia kontemporer: instalasi media dan projection mapping yang mampu mengubah malam menjadi kanvas cahaya yang bergerak.

Pusat simbolisnya berpijak pada dua figur agung: Athena, dewi kebijaksanaan dalam mitologi Yunani, dan Saraswati, dewi ilmu pengetahuan dan seni dalam tradisi Hindu Bali. Dua representasi yang berasal dari dua dunia berbeda ini hadir bukan sebagai kontradiksi, melainkan sebagai dialog menggambarkan bagaimana Nuanu Park ingin memposisikan dirinya: di persimpangan antara tradisi dan inovasi, antara identitas lokal Bali dan percakapan global yang lebih luas, antara alam dan teknologi.

Keterbukaan sebagai Filosofi

Nuanu Park: Ketika Alam, Seni, dan Kreativitas Bertemu dalam Satu Taman_Tuturbangsa.com
Istimewa

Di balik desain yang matang dan konsep yang kaya, Nuanu Park menyimpan sebuah filosofi yang sederhana namun bermakna: bahwa ruang kreatif semestinya terbuka untuk semua orang.
CEO Nuanu Creative City Lev Kroll, mengungkapkan hal ini dengan lugas dalam sesi media preview.
“Nuanu Park merupakan langkah penting dalam membuka Nuanu kepada lebih banyak orang,” ujarnya. “Seiring berkembangnya ekosistem Nuanu, kami ingin pengalaman pertama saat memasuki Nuanu terasa lebih terbuka, mudah diakses, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari – bukan sesuatu yang tertutup atau terlalu formal.”

Kroll melanjutkan, “Kami ingin masyarakat memiliki cara yang jelas untuk datang, menghabiskan waktu, dan perlahan memahami bagaimana Nuanu terus berkembang. Bagi kami, pengembangan infrastruktur publik seperti ini sama pentingnya dengan proyek budaya dan hospitality berskala besar, karena memberi ruang bagi masyarakat untuk terus kembali dan merasa terhubung dengan Nuanu.”

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Nuanu Park memang dirancang agar tidak mengintimidasi – sebuah ruang di mana keluarga dengan anak kecil, pasangan yang ingin berjalan sore, komunitas lokal yang ingin berkumpul, hingga wisatawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Nuanu, semuanya bisa merasa disambut.

Program yang Menghidupkan Ruang

Sebuah taman hanya akan benar-benar hidup jika ada aktivitas yang mengisinya. Nuanu Park memahami ini dengan baik. Setelah resmi dibuka, taman ini akan menjadi panggung bagi beragam program publik: masterclass dalam berbagai disiplin ilmu dan seni, program anak yang dirancang untuk merangsang kreativitas sejak dini, pengalaman outdoor yang mendekatkan pengunjung dengan alam Bali, hingga ruang yang juga ramah bagi hewan peliharaan. Berbagai kegiatan berbasis komunitas akan menjadi denyut reguler yang menjaga taman ini tetap relevan dan dinamis dari hari ke hari.

Dengan pendekatan ini, Nuanu Park tidak hanya menjadi destinasi sekali kunjung. Ia dirancang untuk menjadi tempat yang selalu ada alasan untuk kembali.

Babak Baru Nuanu Creative City

Nuanu Park: Ketika Alam, Seni, dan Kreativitas Bertemu dalam Satu Taman_Tuturbangsa.com
Ilustrasi AI

Peluncuran Nuanu Park menandai fase baru dalam perjalanan Nuanu Creative City sebagai destinasi yang mempertemukan budaya, kreativitas, alam, dan komunitas dalam satu ekosistem terintegrasi. Di Bali yang kerap diasosiasikan dengan pariwisata massal dan keramaian yang tak henti, Nuanu menawarkan sesuatu yang berbeda: sebuah kawasan yang tumbuh perlahan, organik, dan berakar pada nilai-nilai lokal yang kuat.

Nuanu Park adalah wajah paling terbuka dari kawasan ini undangan tulus kepada siapa saja untuk datang, singgah, dan menjadi bagian dari sesuatu yang sedang dibangun bersama.

Ketika taman ini resmi dibuka pada musim panas mendatang, Bali akan memiliki satu lagi ruang publik yang layak dibanggakan. Bukan karena kemewahan yang ditawarkannya, melainkan karena ketulusan niat di balik kehadirannya: bahwa kreativitas, alam, dan kebersamaan adalah hak semua orang dan Nuanu Park hadir untuk membuktikannya.

Playlist Saya