Bab Pertama / Pendahuluan
Bagian pembuka volume ini mengikuti perjalanan narator di sepanjang pesisir Adriatik di wilayah Romagna dan Marche, tempat pedesaan yang damai mulai berubah menjadi jalur pergerakan masif pasukan, senjata, dan iring-iringan logistik. Di sana pula kelompok politik "merah" dan "kuning" yang sempat berselisih kini berbaris bersama sebagai tentara. Narator berkendara di malam hari bersama peleton pesepeda sukarelawan, berbagi tempat penginapan yang sederhana, merasakan humor mereka yang gelisah, dan membandingkan ketidaksabaran mereka untuk bertempur dengan kewaspadaan tenang dari seorang pelaut tunggal di pos semafof pantai. Bagian ini juga menyertakan episode ketika para sukarelawan salah mengira pendaran cahaya laut (fosforosensi) sebagai lampu musuh.
Bagian kedua beralih ke kota Fano saat fajar, menggambarkan para nelayan dan perahu layar laten mereka yang tetap bekerja di bawah pembatasan masa perang. Mereka mengenang kembali pemboman yang dilakukan Austria, memasang jaring di bawah pengawasan sang paròn (kapten) Guideo, bertukar obrolan tabah tentang kehilangan serta kehormatan, dan menyaksikan lumba-lumba merobek hasil tangkapan mereka seolah-olah "lumba-lumba pun ikut berperang."
Bagian ketiga mengisahkan seorang dokter muda yang baru dilantik menjadi perwira medis. Ia adalah sosok pria yang tangguh dan praktis, yang berhasil memenangkan rasa hormat para prajuritnya setelah berkuda sendirian di tengah malam demi mencari rute pasukan, sebelum akhirnya bertugas di parit pertahanan. Bagian ini ditutup dengan suratnya dari sebuah lokasi penyerangan di dekat benteng: menggambarkan aksi pemotongan kawat berduri di bawah sinar bulan, tembakan suar, berondongan senapan mesin, serta kerja keras yang suram namun metodis dalam menyelamatkan dan mengobati korban luka di bawah hujan bom dan serpihan peluru.